KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Beriring salam tidak lupa kita kirimkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah
membawa kita dari yang tidak tahu menjadi tahu sehingga kita bisa membedakan antara
baik dan buruk.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian makalah ini. Makalah morfologi tumbuhan yang berjudul tentang
daun pada tumbuhan tingkat tinggi, Semoga
dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang tentunya memiliki nilai-nilai
kebaikan yang sangat tinggi.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. kritik dan saran yang membangun
kami harapkan agar makalah ini lebih
sempurna.
Sungai Penuh, Oktober 2011
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar………………………………………………………………….i
Daftar isi………………………………………………………………………..ii
BAB I. PENDAHULUAN……………………………………………………..1
Daftar isi………………………………………………………………………..ii
BAB I. PENDAHULUAN……………………………………………………..1
a.
Latar
belakang
BAB II. PEMBAHASAN
..................................................................................
2
a.
Pengertian
daun:
§ Konsep, fungsi dan bagian – bagian daun
§ Perkembangan daun
§ Variasi daun ( bentuk umum )
BAB III.
PENUTUP…………………...………….…………………….………3
- Kesimpulan
- Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
a.
Latar
Belakang
Daun merupakan bagian dari tumbuh-tumbuhan yang mempunyai fungsi dan
peran penting untuk melangsungkan kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan itu
sendiri. Ciri khas dari daun, pada umumnya berwarna hijau bentuk dari daun sebagian
besar adalah melebar, memiliki zat klorofil yang berguna untuk membantu proses
fotosintesis. Daun juga mempunyai mempunyai bagian-bagian yang berperan penting
untuk membantu proses pertumbuhan pada tumbuhan, setelah di pelajari dan di
pahami secara mendalam, maka manusia akan menyadari betapa pentingnya daun pada
tumbuhan. Sehingga secara tidak langsung manusia juga dapat mengetahui batapa
penting dan gunanya tumbuh-tumbuhan dalam hidup.
Pada lingkungan informal manusia
secara umum mengetahui bentuk dari daun, namun pada lingkungan ini manusia
tidak mengetahui dan mengenal daun secar spesifik.
Tapi pada lingkungan formal, manusia dapat mengenal dan mengetahui pentingnya
daun pada tumbuhan secar spesifik, sehingga proses pembelajaran dari setiap lembaga
formal yang harus banyak mengarah pada kegiatan penelitian dan praktikum
sehingga proses pedalaman materi pada bidang-bidang tertentu selalu ada.
BAB II
PEMBAHASAN
a.
Pengertian
Daun ( folium )
Daun
merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan
mempunyai sejumlah daun. Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan
bagian tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan
fotosintesis paling banyak berlangsung di daun. Batang merupakan tempat
duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku – buku (nodus) batang. Dan tempat
di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun.
Daun
biasanya datar (laminar) dan tipis, yang berevolusi sebagai sarana untuk
memaksimalkan luas permukaan langsung terkena cahaya . Demikian juga, organisasi
internal dari daun telah berkembang untuk memaksimalkan pemaparan dari
fotosintesis organel , yang kloroplas ,
untuk cahaya dan meningkatkan penyerapan dari karbon dioksida , dalam proses
yang disebut fotosintesis.
Bentuk daun yang tipis melebar. warna hijau, dan duduknya pada batang
yang menghadap ke atas itu memang sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh
– tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk:
1. Pengambilan zat – zat makanan (resorbsi ). Terutama yang berupa zat gas
(CO2)
2. Pengolahan zat – zat makanan ( asimilasi )
3. Penguapan air ( transpirasi )
4. Pernapasan ( respirasi
)
Tumbuhan mengambil zat – zat makanan dari lingkunganya dan zat yang
diambil (diserap) tadi adalah zat – zat yang bersipat anorganik. Air beserta
garam - garam diambil dari tanah oleh akar tumbuhan. Sedang gas asamarang (CO2)
yang merupakan zat makanan pula bagi tumbuhan diambil dari udara melalui celah
- celah yang halus yang disebut mulut daun (stomata) masuk kedalam daun. Zat –
zat itu belum sesuai dengan keperluan tumbuhan. Oleh sebab itu harus diubah,
diolah dijadikan zat – zat organik yang sesuai dengan kepentingan tumbuhan.
Pengolahan zat anorganik menjadi zat organik ini dilakukan oleh daun
dengan bantuan sinar matahari. Pekerjaan ini disebut asimilasi, jadi daun dapat disamakan dengan dapur bagi tumbuhan.
Misalnya gas asam arang yang berasal dari udara dengan air yang berasal dari
tanah di dalam daun diubah menjadi zat gula, dan zat - zat organik yang terbuka
di dalam daun seterusnya diangkut ke tempat
– tempat dalam tubuh tumbuhan yang memerlukan dan diangkut ke tempat –
tempat penimbunan dan d isitu merupakan zat makanan cadangan. Karena untuk
tugas daun ini diperlukan bantuan sinar matahari, maka daun bentuknya pipih
lebar dan selalu menghadap ke atas untuk dapat menangkap sinar matahari
sebanyak – banyaknya.
Konsep,
Fungsi dan Bagian - Bagian Daun
Konsep Daun
Fungsi Daun
Ø
Untuk
meningkatkan luas permukaan tanaman untuk memaksimalkan produksi makanan.
Ø
Untuk memberikan area permukaan besar untuk
transpirasi dan pertukaran gas (melalui stoma).
Ø
Untuk
membantu dalam pengumpulan air untuk tanaman, beberapa daun berbentuk corong
dalam rangka untuk secara aktif mengumpulkan air yang kemudian diarahkan ke
akar.
Ø
Daun memberikan keteduhan dan tempat
berlindung untuk batang dan sistem akar bawah.
Ø
Daun
melindungi bracts bunga selama pengembangan.
Ø
Daun
Menyediakan oksigen yang kita hirup.
Ø
Daun
menyimpan energi (glukosa) sebagai hasil dari fotosintesis.
Ø
Daun adalah
"platform" fisik untuk proses fotosintesis.
Sel-sel dalam daun
mengandung kloroplas, ini mengandung klorofil yang mengubah karbon dioksida dan
air untuk gula glukosa sederhana dalam kehadiran sinar matahari.

Gambar: struktur
kloroplas
Bagian -
Bagian Daun
Daun yang lengkap mempunyai bagian - bagian berikut:
1.
Upih daun
atau pelepah daun ( vagina )
2.
Tangkai daun
( petiolus )
3.
Helaian daun
( lamina )
Daun lengkap dapat kita jumpai pada beberapa macam tumbuhan misalnya:
pohon pisang ( Musa paradisiacal L )
pohon pinang ( Areca catechu L ) bambu ( Bambusa sp ) dan lain - lain. Kebanyakan tumbuhan mempunyai daun
yang kehilangan satu atau dua bagian dari tiga bagian tersebut di atas. Daun
yang demikian dinamakan daun tidak lengkap.
Mengenai susunan daun yang tidak lengkap ada beberapa
kemungkinan:
a.
Hanya terdiri
atas tangkai dan helaian saja, lazimnya
selalu disebut daun bertangkai. Misalnya: nangka ( Artocarpus integra Merr ), mangga ( Mangifera indica L ) dll.
b.
Daun terdiri
atas upih dan helaian daun yang disebut daun berupih atau daun berpelepah.
Misalnya: padi ( Oryza sativa L ),
jagung ( Zea mays L ), dll.
c.
Daun hanya
terdiri atas helaian saja,tanpa upih dan tangkaisehingga helaian langsung
melekat atau duduk pada batang, yang dinamakan daun duduk (Sessilis ). Misalnya pada biduri ( Calotropis gigantea R.Br ). Dan daun yang mempunyai pangkal yang
demikian lebarnya, hingga pangkal daun tadi seakan - akan melingkari batang atau memeluk batang,
yang dinamakan daun memeluk batang, ( amplexicaulis ) misalnya pada tempuyung (
Sonchus oleraceus L ). Bagian samping pangkal daun yang memeluk
batang itu seringkali bangunya membulat dan disebut telinga daun.
d.
Daun hanya
terdiri atas tangkai saja dan dalam hal ini tangkai ini biasanya lalu menjadi
pipih sehingga menyerupai helaian daun, jadi merupakan suatu helaian daun semua
atau palsu, dinamakan filodia, yang terdapat pada jenis pohon Acacia yang berasal dari australia,
misalnya: Acacia auriculiformis A cunn.
1.
Upih daun
atau pelepah daun ( Vagina )
Tidak semua tumbuhan mempunyai daun yang berupih. Daun yang berupih
pada umumnya hanya kita dapati pada tumbuhan yang tergolong dalam tumbuhan yang
berbiji tunggal ( Monocotyledoneae )
saja, misalnya: pisang ( Musa sapientum L
), golongan palma ( Palmae ) dan lain – lain.
Upih daun selain merupakan bagian daun yang melekat atau memeluk
batang, juga dapat mempunyai fungsi
lain:
a.
Sebagai
pelindung kuncup yang masih muda, seperti pada tanaman tebu (Saccharum
officinarum L ),
b.
Memberi
kekuatan pada batang tanaman.

Gambar: pelepah daun pisang (Vagina)
2.
Tangkai daun
( Petiolus )
Tangkai daun merupakan bagian daun yang
mendukung helaianya dan bertugas untuk menempatkan helaian daun tadi pada
posisi sedemikian rupa, hingga dapat memperoleh cahaya matahari yang sebanyak –
banyaknya.
Umumnya tangkai daun berbentuk silinder dengan
sisi atas agak pipih dan menebal pada pangkalnya. Walaupun tangkai daun
biasanya menebal pada pangkalnya, ada pula tangkai daun yang menebal pada
pangkal dan ujungnya. Selanjutnya jika ditinjau keadaan permukaanya, tangkai
daun dapat memperlihatkan adanya kerutan-kerutan,
sisik-sisik, rambut-rambut, lentisel, dll.

Gambar:
tangkai daun ( Petiolus )
3.
Helaian daun
( Lamina )
Helaian daun merupakan bagian daun yang
terpenting dan lekas menarik perhatian, maka suatu sifat yang sesungguhnya
hanya berlaku untuk helaianya, disebut pula sebagai sifat daunya. Sifat-sifat
daun dapat dipakai sebagai petunjuk untuk mengenal suatu jenis tumbuhan. Untuk
keperluan itu perlulah diketahui sifat-sifat daun, sehingga dari daun dapat
diberikan lukisan yang selengkap mungkin.
Sifat-sifat daun yang perlu mendapat
perhatian kita ialah:
§ Bangunya (sesungguhnya bangun helaianya (Circumscriptio)
§ Ujungnya (Apex)
§ Pangkalnya (Basis)
§ Susunan tulang-tulangnya (nervatio atau venatio)
§ Tepinya (Margo)
§ Daging daunya (Intervenium)
§ Dan sifat-sifat lainya, misalnya: keadaan
permukaan atas maupun bawahnya (gundul, berambut, atau lainya), warna dll.

Gambar: Helaian daun ( Lamina
)
Perkembangan
Daun
IMAGE
Variasi
Daun ( Bentuk Umum )
Kekuatan fisik dan fisiologis Berbagai
seperti cahaya intensitas, kelembaban, suhu, kecepatan angin dan lain-lain. diperkirakan telah
mempengaruhi evolusi bentuk daun dan ukuran. Hal ini diamati bahwa pohon-pohon
tinggi jarang memiliki daun yang besar, karena obstruksi yang mereka hasilkan
untuk angin. Obstruksi ini akhirnya dapat menyebabkan robeknya daun, jika
mereka besar.
Bukti-Bukti Untuk Evolusi Genetik Daun
Pada tingkat genetik, studi perkembangan
telah menunjukkan bahwa represi gen Knox diperlukan untuk inisiasi dari daun primordial . Hal ini disebabkan oleh gen ARP, yang menyandi faktor transkripsi . Gen jenis ini telah ditemukan dalam
banyak tanaman dipelajari sampai sekarang, dan mekanisme yaitu represi gen Knox
dalam daun primordia, tampaknya cukup dilestarikan. Menariknya, ekspresi gen
Knox dalam daun menghasilkan daun yang kompleks. Hal ini berspekulasi bahwa
fungsi ARP muncul cukup dini dalam tanaman vaskular evolusi, karena anggota kelompok
primitif Lycophytes juga memiliki gen yang sama fungsional, pemain lain yang
memiliki peran dilestarikan dalam menentukan primordia daun adalah phytohormon auksin , gibberelin dan sitokinin .
Gambar : Keragaman daun
Bagaimana keragaman yang tak terbatas
dari daun tanaman yang dihasilkan merupakan subjek penelitian intens. Beberapa
penelitian telah muncul. Salah satu yang paling signifikan adalah keterlibatan
gen Knox dalam menghasilkan daun majemuk , seperti pada tomat. Tapi ini adalah
tidak universal. Misalnya, kacang menggunakan mekanisme berbeda untuk melakukan hal yang sama. Mutasi
pada gen yang mempengaruhi daun kelengkungan juga dapat mengubah bentuk daun, dengan mengubah daun
dari datar, ke bentuk crinky,
seperti bentuk dari kubis daun.
BAB III
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Dengan adanya
pembahasan di atas maka dapat kami simpulkan yaitu:
a.
Upih daun
atau pelepah daun menpunyai fungsi sebagai pelindung puncuk pada daun dan
memberi kekuatan pada tanaman.
b.
Tangkai daun mempunyai fungsi mendukung
helayannya dan bertugas untuk menerapkan helayan daun tadi pada posisi
sedemikian.
c.
Helayan daun merupakan bagian daun yang
terpenting dan lekas menarik perhatian.
d.
Sedangkan
tulang daun berfungsi memberikan kekuatan pada daun dan tulang-tulang daun itu
sesungguhnya adalah berkas-berkas pembuluh yang berfungsi sebagai jalan untuk
mengangkut zat-zat hara.
e. Saran
Kami menyadari bahwa dalam pembutan makalah ini masih
terdapat kekurangan dan kekeliruan, maka kami membutuhkan kritikan dan saran
dari semua pihak baik dari teman-teman maupun dosen selaku pembimbing mata
kuliah morfologi tumbuhan guna untuk
penyusunan laporan selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
§ http://www.slideshare.net/catherinepatterson/leaves-structure-and-function-presentation diakses tanggal 28 september 2011,
jam 09:30 wib
- Tjitrosoepomo Gembong. Morfologi tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press, 2009.

No comments:
Post a Comment