BioKoe

Thursday, March 26, 2015

Daun pada Tumbuhan Tingkat Tinggi (Morfologi Tumbuhan)

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan  puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Beriring salam tidak lupa kita kirimkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari yang tidak tahu menjadi tahu sehingga kita bisa membedakan antara baik dan buruk.                       
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian makalah ini. Makalah morfologi tumbuhan yang berjudul tentang daun pada tumbuhan tingkat tinggi, Semoga dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang tentunya memiliki nilai-nilai kebaikan yang sangat tinggi.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. kritik dan saran yang membangun kami  harapkan agar makalah ini lebih sempurna.


Sungai Penuh,  Oktober  2011


                                                                                                                                    Penulis



DAFTAR ISI
Kata Pengantar………………………………………………………………….i
Daftar isi………………………………………………………………………..ii
BAB I. PENDAHULUAN……………………………………………………..1
a.       Latar belakang
BAB II. PEMBAHASAN .................................................................................. 2
a.       Pengertian daun:
§  Konsep, fungsi dan bagian – bagian daun
§  Perkembangan daun
§  Variasi daun ( bentuk umum )
BAB III. PENUTUP…………………...………….…………………….………3
  1. Kesimpulan
  2. Saran
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN


a.       Latar Belakang

Daun merupakan bagian dari tumbuh-tumbuhan yang mempunyai fungsi dan peran penting untuk melangsungkan kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan itu sendiri. Ciri khas dari daun, pada umumnya berwarna hijau bentuk dari daun sebagian besar adalah melebar, memiliki zat klorofil yang berguna untuk membantu proses fotosintesis. Daun juga mempunyai mempunyai bagian-bagian yang berperan penting untuk membantu proses pertumbuhan pada tumbuhan, setelah di pelajari dan di pahami secara mendalam, maka manusia akan menyadari betapa pentingnya daun pada tumbuhan. Sehingga secara tidak langsung manusia juga dapat mengetahui batapa penting dan gunanya tumbuh-tumbuhan dalam hidup.


 Pada lingkungan informal manusia secara umum mengetahui bentuk dari daun, namun pada lingkungan ini manusia tidak mengetahui dan mengenal daun secar spesifik.

Tapi pada lingkungan formal, manusia dapat mengenal dan mengetahui pentingnya daun pada tumbuhan secar spesifik, sehingga proses pembelajaran dari setiap lembaga formal yang harus banyak mengarah pada kegiatan penelitian dan praktikum sehingga proses pedalaman materi pada    bidang-bidang tertentu selalu  ada.


BAB II
PEMBAHASAN


a.       Pengertian Daun ( folium )

Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah daun. Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun. Batang merupakan tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku – buku (nodus) batang. Dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun.

            Daun biasanya datar (laminar) dan tipis, yang berevolusi sebagai sarana untuk memaksimalkan luas permukaan langsung terkena cahaya . Demikian juga, organisasi internal dari daun telah berkembang untuk memaksimalkan pemaparan dari fotosintesis organel , yang  kloroplas , untuk cahaya dan meningkatkan penyerapan dari karbon dioksida , dalam proses yang disebut fotosintesis.

Bentuk daun yang tipis melebar. warna hijau, dan duduknya pada batang yang menghadap ke atas itu memang sudah selaras dengan fungsi daun bagi tumbuh – tumbuhan, yaitu sebagai alat untuk:
1.  Pengambilan zat – zat makanan (resorbsi ). Terutama yang berupa zat gas (CO2)
2.  Pengolahan zat – zat makanan ( asimilasi )
3.  Penguapan air ( transpirasi )
4.  Pernapasan ( respirasi )
Tumbuhan mengambil zat – zat makanan dari lingkunganya dan zat yang diambil (diserap) tadi adalah zat – zat yang bersipat anorganik. Air beserta garam - garam diambil dari tanah oleh akar tumbuhan. Sedang gas asamarang (CO2) yang merupakan zat makanan pula bagi tumbuhan diambil dari udara melalui celah - celah yang halus yang disebut mulut daun (stomata) masuk kedalam daun. Zat – zat itu belum sesuai dengan keperluan tumbuhan. Oleh sebab itu harus diubah, diolah dijadikan zat – zat organik yang sesuai dengan kepentingan tumbuhan.


Pengolahan zat anorganik menjadi zat organik ini dilakukan oleh daun dengan bantuan sinar matahari. Pekerjaan ini disebut asimilasi, jadi daun dapat disamakan dengan dapur bagi tumbuhan. Misalnya gas asam arang yang berasal dari udara dengan air yang berasal dari tanah di dalam daun diubah menjadi zat gula, dan zat - zat organik yang terbuka di dalam daun seterusnya diangkut ke tempattempat dalam tubuh tumbuhan yang memerlukan dan diangkut ke tempat – tempat penimbunan dan d isitu merupakan zat makanan cadangan. Karena untuk tugas daun ini diperlukan bantuan sinar matahari, maka daun bentuknya pipih lebar dan selalu menghadap ke atas untuk dapat menangkap sinar matahari sebanyak – banyaknya.

Konsep, Fungsi dan Bagian - Bagian Daun

Konsep Daun







Fungsi Daun
Ø  Untuk meningkatkan luas permukaan tanaman untuk memaksimalkan produksi makanan.
Ø   Untuk memberikan area permukaan besar untuk transpirasi dan pertukaran gas (melalui stoma).
Ø  Untuk membantu dalam pengumpulan air untuk tanaman, beberapa daun berbentuk corong dalam rangka untuk secara aktif mengumpulkan air yang kemudian diarahkan ke akar.
Ø   Daun memberikan keteduhan dan tempat berlindung untuk batang dan sistem akar bawah.
Ø  Daun melindungi bracts bunga selama pengembangan.
Ø  Daun Menyediakan oksigen yang kita hirup.
Ø  Daun menyimpan energi (glukosa) sebagai hasil dari fotosintesis.
Ø  Daun adalah "platform" fisik untuk proses fotosintesis.
 Sel-sel dalam daun mengandung kloroplas, ini mengandung klorofil yang mengubah karbon dioksida dan air untuk gula glukosa sederhana dalam kehadiran sinar matahari.

                           Gambar: struktur kloroplas

Bagian - Bagian Daun
Daun yang lengkap mempunyai bagian - bagian berikut:
1.      Upih daun atau pelepah daun ( vagina )
2.      Tangkai daun ( petiolus )
3.      Helaian daun ( lamina )
Daun lengkap dapat kita jumpai pada beberapa macam tumbuhan misalnya: pohon pisang ( Musa paradisiacal L ) pohon pinang ( Areca catechu L ) bambu ( Bambusa sp ) dan lain - lain. Kebanyakan tumbuhan mempunyai daun yang kehilangan satu atau dua bagian dari tiga bagian tersebut di atas. Daun yang demikian dinamakan daun tidak lengkap.

Mengenai susunan daun yang tidak lengkap ada beberapa kemungkinan:
a.       Hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja,  lazimnya selalu disebut daun bertangkai. Misalnya: nangka ( Artocarpus integra Merr ), mangga ( Mangifera indica L ) dll.
b.      Daun terdiri atas upih dan helaian daun yang disebut daun berupih atau daun berpelepah. Misalnya: padi ( Oryza sativa L ), jagung ( Zea mays L ), dll.
c.       Daun hanya terdiri atas helaian saja,tanpa upih dan tangkaisehingga helaian langsung melekat atau duduk pada batang, yang dinamakan daun duduk (Sessilis ). Misalnya pada biduri ( Calotropis gigantea R.Br ). Dan daun yang mempunyai pangkal yang demikian lebarnya, hingga pangkal daun tadi seakan -  akan melingkari batang atau memeluk batang, yang dinamakan daun memeluk batang, ( amplexicaulis ) misalnya pada tempuyung ( Sonchus oleraceus L ).  Bagian samping pangkal daun yang memeluk batang itu seringkali bangunya membulat dan disebut telinga daun.
d.      Daun hanya terdiri atas tangkai saja dan dalam hal ini tangkai ini biasanya lalu menjadi pipih sehingga menyerupai helaian daun, jadi merupakan suatu helaian daun semua atau palsu, dinamakan filodia, yang terdapat pada jenis pohon Acacia yang berasal dari australia, misalnya: Acacia auriculiformis A cunn.

1.      Upih daun atau pelepah daun ( Vagina )
Tidak semua tumbuhan mempunyai daun yang berupih. Daun yang berupih pada umumnya hanya kita dapati pada tumbuhan yang tergolong dalam tumbuhan yang berbiji tunggal ( Monocotyledoneae ) saja, misalnya: pisang ( Musa sapientum L ), golongan palma  ( Palmae ) dan lain – lain.
Upih daun selain merupakan bagian daun yang melekat atau memeluk batang, juga  dapat mempunyai fungsi lain:
a.       Sebagai pelindung kuncup yang masih muda, seperti pada tanaman tebu    (Saccharum officinarum L ),
b.      Memberi kekuatan pada batang tanaman.

                                  
         Gambar: pelepah daun pisang (Vagina)

2.      Tangkai daun ( Petiolus )
Tangkai daun merupakan bagian daun yang mendukung helaianya dan bertugas untuk menempatkan helaian daun tadi pada posisi sedemikian rupa, hingga dapat memperoleh cahaya matahari yang sebanyak – banyaknya.
Umumnya tangkai daun berbentuk silinder dengan sisi atas agak pipih dan menebal pada pangkalnya. Walaupun tangkai daun biasanya menebal pada pangkalnya, ada pula tangkai daun yang menebal pada pangkal dan ujungnya. Selanjutnya jika ditinjau keadaan permukaanya, tangkai daun dapat memperlihatkan adanya  kerutan-kerutan, sisik-sisik, rambut-rambut, lentisel, dll.

                  
             Gambar: tangkai daun ( Petiolus )

3.      Helaian daun ( Lamina )
Helaian daun merupakan bagian daun yang terpenting dan lekas menarik perhatian, maka suatu sifat yang sesungguhnya hanya berlaku untuk helaianya, disebut pula sebagai sifat daunya. Sifat-sifat daun dapat dipakai sebagai petunjuk untuk mengenal suatu jenis tumbuhan. Untuk keperluan itu perlulah diketahui sifat-sifat daun, sehingga dari daun dapat diberikan lukisan yang selengkap mungkin.
Sifat-sifat daun yang perlu mendapat perhatian kita ialah:
§  Bangunya (sesungguhnya bangun helaianya (Circumscriptio)
§  Ujungnya (Apex)
§  Pangkalnya (Basis)
§  Susunan tulang-tulangnya (nervatio atau venatio)
§  Tepinya (Margo)
§  Daging daunya (Intervenium)
§  Dan sifat-sifat lainya, misalnya: keadaan permukaan atas maupun bawahnya (gundul, berambut, atau lainya), warna dll.

                     
                                             Gambar: Helaian daun  ( Lamina )    

Perkembangan Daun

IMAGE

  Variasi Daun ( Bentuk Umum )
Kekuatan fisik dan fisiologis Berbagai seperti cahaya intensitas, kelembaban, suhu, kecepatan angin dan lain-lain. diperkirakan telah mempengaruhi evolusi bentuk daun dan ukuran. Hal ini diamati bahwa pohon-pohon tinggi jarang memiliki daun yang besar, karena obstruksi yang mereka hasilkan untuk angin. Obstruksi ini akhirnya dapat menyebabkan robeknya daun, jika mereka besar.
Bukti-Bukti Untuk Evolusi Genetik Daun
Pada tingkat genetik, studi perkembangan telah menunjukkan bahwa represi gen Knox diperlukan untuk inisiasi dari daun primordial . Hal ini disebabkan oleh gen ARP, yang menyandi faktor transkripsi . Gen jenis ini telah ditemukan dalam banyak tanaman dipelajari sampai sekarang, dan mekanisme yaitu represi gen Knox dalam daun primordia, tampaknya cukup dilestarikan. Menariknya, ekspresi gen Knox dalam daun menghasilkan daun yang kompleks. Hal ini berspekulasi bahwa fungsi ARP muncul cukup dini dalam tanaman vaskular evolusi, karena anggota kelompok primitif Lycophytes juga memiliki gen yang sama fungsional, pemain lain yang memiliki peran dilestarikan dalam menentukan primordia daun adalah phytohormon auksin , gibberelin dan sitokinin .
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3b/Leaf_diversity.jpg/250px-Leaf_diversity.jpg
   Gambar : Keragaman daun
Bagaimana keragaman yang tak terbatas dari daun tanaman yang dihasilkan merupakan subjek penelitian intens. Beberapa penelitian telah muncul. Salah satu yang paling signifikan adalah keterlibatan gen Knox dalam menghasilkan daun majemuk , seperti pada tomat. Tapi ini adalah tidak universal. Misalnya, kacang menggunakan mekanisme berbeda untuk melakukan hal yang sama. Mutasi pada gen yang mempengaruhi daun kelengkungan juga dapat mengubah bentuk daun, dengan mengubah daun dari datar, ke bentuk crinky, seperti bentuk dari kubis daun.

BAB III
PENUTUP

a.       Kesimpulan
Dengan adanya pembahasan di atas maka dapat kami simpulkan yaitu:
a.       Upih daun atau pelepah daun menpunyai fungsi sebagai pelindung puncuk pada daun dan memberi kekuatan pada tanaman.
b.       Tangkai daun mempunyai fungsi mendukung helayannya dan bertugas untuk menerapkan helayan daun tadi pada posisi sedemikian.
c.        Helayan daun merupakan bagian daun yang terpenting dan lekas menarik perhatian.
d.      Sedangkan tulang daun berfungsi memberikan kekuatan pada daun dan tulang-tulang daun itu sesungguhnya adalah berkas-berkas pembuluh yang berfungsi sebagai jalan untuk mengangkut zat-zat hara.

e.       Saran
Kami menyadari bahwa dalam pembutan makalah ini masih terdapat kekurangan dan kekeliruan, maka kami membutuhkan kritikan dan saran dari semua pihak baik dari teman-teman maupun dosen selaku pembimbing mata kuliah morfologi tumbuhan guna untuk  penyusunan laporan  selanjutnya.



DAFTAR PUSTAKA





  • Tjitrosoepomo Gembong. Morfologi tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2009.

No comments:

Post a Comment